Tujuan dan Sasaran

T U J U A N
    Secara umum tujuan Pembangunan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan yaitu mewujudkan dan mengembangkan sistem ketahanan pangan yang kuat, dinamis dan sinergis serta mewujudkan revitalisasi penyuluhan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini dicapai melalui pengembangan sub sistem ketersediaan pangan sub sistem konsumsi pangan, distribusi pangan, mutu dan keamanan pangan dengan memperhatikan potensi, keragaman sumberdaya pangan dan budaya serta kultur setempat secara rinci, serta meningkatkan peran penyuluh dalam pembangunan pembangunan pertanian.
Secara khusus tujuan pembangunan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan adalah sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan membangun subsistim konsumsi dan distribusi yang sinergik dan berkelanjutan
  2. Meningkatkan kewaspadaan pangan ditingkat wilayah dengan meningkatkan kemampuan mengenali dan mengantisipasi secara dini masalah kerawanan pangan
  3. Meningkatkan diversifikasi konsumsi pangan, mengenali mutu dan keamanan pangan yang beragam, bermutu dan bergizi serta menurunnya tingkat keracunan konsumsi pangan
  4. Meningkatkan koordinasi dan peran aparatur serta masyarakat sehingga mampu mewujudkan koordinasi dalam membangun Ketahanan Pangan
  5. Meningkatkan peran penyuluh dalam meningkatkan aktivitas ekonomi kerakyatan berbasis agribisnis dan agroindustri.


S A S A R A N
Sasaran yang ingin dicapai dalam Peningkatan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan adalah :

  1. Tersedianya pangan dalam jumlah yang cukup sejumlah 2.197 KKal/Kap/hari untuk energi dan 56.87 Gram/Kap/hari untuk protein
  2. Tercapainya konsumsi pangan penduduk sesuai dengan Pola Pangan Harapan, dengan konsumsi enegi sebesar 2.500 KKal/Kap/hari
  3. meningkatnya keragaman dan kualitas konsumsi dengan pendekatan beragam, berimbang dan bergizi dengan kontribusi padi-padian 48.9 %, umbi-umbian 25.1 %, kacang-kacangan 0.4 %, pangan hewani 2.9%, sayur dan buah 3.9 %, minyak dan lemak 0.1%, gula 18.7 %.
  4. Berkurangnya daerah rawan pangan di 2 kecamatan
  5. Meningkatnya lumbung pangan 12 unit
  6. Kelompok sistem tuna jual 6 unit
  7. Kelompok sistem kelembagaan pangan 4 unit
  8. Cadangan pangan pekarangan 3 unit
  9. Meningkatnya lembaga pembeli gabah 9 lembaga
  10. Tercapainya peranan penyuluh dalam pendampingan masyarakat satu desa satu penyuluh dan terbentuknya Gapoktan berwawasan agribisnis dan agroindustri sebanyak 200 gapoktan
  11. Terbentuknya kelompok tani utama sebanyak 33 kelompok, madya 330 kelompok



 


Last Update:05-03-2013 10:23